13 Jenis Anak Berkebutuhan Khusus, Yuk Lebih Jauh Mengenal Mereka

Anak berkebutuhan khusus (disingkat ABK) atau juga disebut dengan Heward yaitu anak yang membutuhkan kasih sayang serta perhatian yang khusus. Terutama dari orang-orang terdekat seperti dalam lingkup keluarga, lingkungan sosial seperti sekolah dan juga masyarakat umum.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat anak berkebutuhan khusus memiliki sedikit perbedaan dengan kebanyakan anak lainnya. Mereka mempuyai sesuatu yang spesial, yang tidak dipunyai anak biasa. Anak berkebutuhan khusus juga mengalami beberapa kendala yang menghambat tumbuh kembangnya, sehingga membuat mereka membutuhkan perhatian khusus, terutama dari orang-orang terdekatnya.

Menurut data statistik Kementrian Pendidikan pada tahun 2015, diketahui bahwa di Indonesia sendiri jumlah anak berkebutuhan khusus mencapai angka 1,6 juta orang. Angka yang sedemikian besar ini tentunya membuka mata kita bahwa mereka, anak berkebutuhan khusus ini ada. Mereka butuh perhatian dan perlakuan yang lebih mengingat akan keterbatasan-keterbatasan yang mereka miliki.

Maka dari itu, sudah saatnya kita sebagai makhluk sosial yang peduli akan kesehatan, pertumbuhan serta perkembangan anak, ikut menyayangi dan mengayomi mereka. Namun sebelumnya mari terlebih dahulu mengenal apa itu ABK, seperti apa tanda-tandanya, dan terapi apa saja yang sekiranya harus ditempuh untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini.

hellosehat.com

Di bawah ini adalah beberapa macam anak dengan kebutuhan khusus, yang patut untuk kita ketahui:

1. Tunanetra (Anak yang Mempunyai Masalah Penglihatan) 

Tunanetra adalah seseorang yang mempunyai masalah penglihatan (kebutaan). Kebutaan di sini ada yang bersifat sementara ataupun permanen. Ada yang mengalami kebutaan semuanya, namun ada pula yang hanya sebagian saja. Anak yang mengalami tunanetra biasanya diberikan alat bantu khusus. Meskipun demikian tentu harus diberikan pelayanan yang khusus, terutama dalam hal pendidikan.

2. Tunarungu (Anak yang Mempunyai Masalah Pendengaran)

Tunarungu adalah seseorang yang kehilangan semua atau beberapa daya pendengarannya hingga kurang dapat berkomunikasi dengan dengan baik secara verbal. Anak yang mengalami gangguan pendengaran ini biasanya difasilitasi dengan alat bantu dengar. Meskipun demikian tentu harus diberikan pelayanan yang khusus seperti dalam hal pendidikan.

3. Tunadaksa (Anak yang Mempunyai Kelainan Anggota Badan ataupun Gerakan)

Tunadaksa yaitu seseorang yang mempunyai kelainan (cacat) pada alat gerak, baik itu tulang, otot dan sebagainya sehingga mengganggu segala aktifitas orang tersebut. Anak yang mengalami tunadaksa membutuhkan pelayanan pendidikan yang khusus.

4. Tunagrahita

Tunagrahita atau istilahnya retardasi mental yaitu anak penderita keterbelakangan mental dengan nilai IQ yang di bawah rata-rata (IQ di bawah 70). Hal ini menyebabkan kendala dalam menyerap pelajaran juga masalah komunikasi dan hubungan sosial. Sehingga butuh sarana pendidikan khusus bagi anak-anak penderita tunagrahita.

5. Tunalaras (Anak yang Mengalami Masalah Dalam Mengontrol Emosi Serta Tingkah Laku)

Anak-anak penderita tunalaras tentu membutuhkan metode pembelajaran yang khusus. Mereka juga butuh pendampingan agar kendala yang mereka alami seperti kesulitan menyesuaikan diri terhadap lingkungan, juga tingkah laku yang dapat merugikan dirinya dan orang lain dapat terawasi.

6. Autistis (Autisme)

Autisme terjadi disebabkan adanya masalah pada syaraf pusat pada seseorang. Anak yang menderita autistis biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, adaptasi terhadap lingkungan sosial, serta tingkah laku.

Salah satu cara penanganan anak penderita autisme adalah dengan memberikannya Brainking Plus. Brainking Plus merupakan satu-satunya produk herbal yang bekerja langsung dalam memaksimalkan perkembangan otak serta syaraf pusat seseorang.

7. Asperger

Asperger ini nyaris sama autisme, yakni mempunyai masalah pada kekuatan komunikasi, hubungan sosial serta kelakuannya. Tetapi secara garis besar masalah pada anak Asperger tidak sekompleks anak autisme.

8. Cerebral Palsy

Cerebral Palsy dikenal juga sebagai lumpuh otak. Hal ini dapat terjadi karena disebabkan brain injury atau adanya kerusakan pada otak. Hal inilah yang membuat penderitanya mengalami keterbatasan motorik.

9. Slow Learner

Lamban belajar (slow learner) yaitu anak yang mempunyai potensi intelektual sedikit dibawah normal namun bukan termasuk tunagrahita. Mereka mengalami masalah keterlambatan berfikir, merespon rangsangan juga dalam penyesuaian sosial, namun masih jauh lebih baik daripada penderita tunagrahita. Dapat dibilang mereka ini berada di tengah-tengah antara seorang yang normal dengan penderita tunagrahita.

10. Anak yang Mengalami Kesulitan Pelajaran Tertentu

Anak yang mengalami kesulitan dalam beberapa pelajaran tertentu seperti membaca (disleksia), menulis (disgrafia) atau berhitung (diskalkulia). Penyebabnya diduga karena disfungsi neugologis dan bukan disebabkan oleh faktor inteligensi. Sebab pada mata pelajaran yang lain mereka tidaklah mengalami kesulitan.

11. Rett’s Disorder

Rett’s Disorder adalah masalah perubahan yakni mengalami keterbelakangan yang mulai sejak umur 18 bulan. Adapun ciri-cirinya seperti mendadak kekuatan bicaranya menghilang. Hal lain seperti keterbelakangan terhadap sosialnya. Rett’s disorder yang termasuk dalam kelompok ASD penderitanya hampir semua adalah perempuan.

12. Attention Deficit Disorder with Hyperactive (ADHD)

ADHD banyak yang bilang anak hiperaktif dikarenakan tidak bisa tinggal diam pada suatu posisi. Mereka senantiasa bergerak dari satu tempat ketempat yang lain, 5-10 menit untuk mengerjakan suatu aktifitas tertentu. Pikirannya kacau kemana-mana, susah konsentrasi, suka linglung, bingung sendiri, kerap meremehkan perintah atau arahan, kerap gagal ketika mengerjakan tugas-tugas di sekolah, dll.

13. Gifted (Anak Memiliki Bakat)

Jenis anak berkebutuhan khusus tidak melulu didominasi oleh anak yang memiliki keterbelakangan. Ada juga anak yang memiliki bakat atau gifted. Gifted yakni anak yang mempunyai kreativitas, bertanggungjawab pada pekerjaan (task commitment) dan mempunyai tingkat kecerdasan tinggi di atas anak-anak normal seusianya.

Leave a Reply