Sistem Ekskresi Pada Manusia: Pengertian, Fungsi, Alat & Penyakit

Sistem ekskresi manusia merupakan salah satu proses yang terpenting demi keberlangsungan hidup. Hal ini dikarenakan zat-zat metabolisme yang sudah tidak berfungsi harus segera dikeluarkan, karena berpotensi untuk meracuni dan merusak tubuh.

Lalu, seperti apakah pengertian dari sistem ekskresi manusia? Apa saja fungsi dan organ yang terlibat?

Benarkah kerap terjadi beberapa kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang dapat membahayakan tubuh? Berikut kami lampirkan penjelasan lengkap tentang sistem ekskresi manusia yang dapat anda pelajari.

Kita Bahas Pengertian Sistem Eksresi Pada Manusia di artikel ini

Pengertian Sistem Eksresi Pada Manusia

Pengertian Sistem Ekskresi Manusia

Ekskresi atau sistem ekskresi adalah sebuah proses pengeluaran zat sisa-sisa metabolisme yang dilakukan oleh tubuh makhluk hidup.

Sistem ekskresi terjadi pada segala jenis makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan dan juga manusia. Pada manusia, sistem ekskresinya kerap disebut dengan sistem ekskresi manusia.

Pada sistem ekskresi manusia, zat-zat metabolisme dikeluarkan berbentuk zat cair dan gas. Pada manusia, terdapat 4 jenis zat sisa metabolisme yang dikeluarkan masing-masing organ tubuh yang berbeda.

Keempat zat tersebut, antara lain: Urine (melalui ginjal), keringat (melalui kulit), empedu (melalui hati) dan CO2 (melalui paru-paru).

Selain sistem ekskresi pada manusia, terdapat pula beberapa sistem untuk mengeluarkan zat-zat sisa, yaitu sistem defekasi dan sistem sekresi.

Sistem defekasi adalah pengeluaran zat sisa proses pencernaan nutrisi dengan bentuk padat berupa feses melalui anus.

Berbeda dengan ekskresi dan defekasi, sekresi adalah proses pengeluaran zat oleh sel dan kelenjar yang hasilnya masih berfungsi dan dapat digunakan oleh bagian tubuh yang lain.

Adapun produk dari sistem sekresi adalah berupa getah yang kerap digunakan untuk melakukan proses enzim dan hormon.

Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia

Fungsi dari sistem eksresi manusia

Fungsi Sistem Eksresi Manusia

Seperti yang dijelaskan di awal, sistem ekskresi merupakan proses pembuangan sisa sisa dari hasil metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh.

Zat-zat metabolisme yang dibuang oleh sistem ekskresi ini bersifat racun bagi tubuh. Jika tidak segera dikeluarkan, otomatis akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh dan menyebabkan terjadinya keracunan.

Fungsi lain dari sistem ekskresi pada manusia yaitu membuang zat-zat dalam tubuh dengan kadar atau jumlah yang berlebih.

Pembuangan ini berkaitan dengan sistem osmoregulasi, yaitu sistem pengaturan untuk keseimbangan konsentrasi cairan di dalam tubuh.

Sistem osmoregulasi pada manusia akan menjaga tekanan osmotik cairan tubuh agar selalu tetap dan stabil. Fungsi sistem osmoregulasi juga biasanya berkaitan dengan pengaturan kadar air, garam dan mineral pada tubuh.

Alat Ekskresi pada Manusia

Pada proses sistem ekskresi manusia, terdapat empat alat atau organ utama yang memiliki peran penting dalam pembuangan zat sisa.

Keempat alat tersebut memproses zat yang berbeda-beda dengan output yang berbeda-beda pula. Adapun empat Alat utama pada sistem ekskresi manusia adalah ginjal, paru-paru, hati dan kulit.

1. Ginjal

Sistem Eksresi Manusia

Ginjal Salah Satu Sistem Eksresi Manusia

Ginjal adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk melakukan proses sistem ekskresi. menyaring darah dan memproses zat cair yang telah dikonsumsi. Ginjal memiliki bentuk menyerupai kacang merah yang saling berhadapan.

Ginjal berada di dalam rongga perut bagian bawah. Dalam melakukan proses sistem ekskresi, ginjal melakukan penyaringan atau proses penyerapan nutrisi dari zat cair yang telah dikonsumsi.

Ginjal berfungsi sebagai komponen utama penyusun urine. Dalam melakukan prosesnya, ginjal dibantu dengan beberapa organ seperti kantong kemih, ureter dan uretra.

Setelah melakukan beberapa proses penyerapan dan penyaringan, zat-zat sisa cair akan dikeluarkan dalam bentuk urin, seperti yang kita kenal selama ini.

Ginjal terdiri dari 3 lapisan, yaitu Korteks (kulit ginjal), medula (sumsum ginjal) dan pelvis renalis (rongga ginjal). Pada pembentukan urine yang dilakukan oleh ginjal, terdapat tiga tahap, yaitu filtrasi atau penyaringan darah, dilanjutkan dengan reabsorbsi atau penyerapan kembali zat zat yang masih berguna, diakhiri dengan augmentasi atau pengumpulan urine.

Urine yang sudah diproduksi oleh ginjal dikeluarkan menuju ureter, kantong kemih dan keluar melalui uretra sebagai saluran terakhir.

2. Hati

Hati alat eksresi manusia

Hati Merupakan Alat Eksresi Pada Manusia

Hati adalah alat ekskresi pada manusia yang berfungsi untuk memproses empedu. Empedu biasanya berupa cairan yang berwarna kehijauan dan pahit. Empedu adalah kumpulan kandungan zat-zat sisa yang berasal dari sel darah merah yang sudah rusak di dalam limpa.

Hati berfungsi untuk mengeluarkan urea. Hati juga menghasilkan getah empedu dari sel darah merah tua yang dirombak.

Pada getah empedu tersebut terkandung garam empedu yang membantu proses pencernaan. Garam empedu tersebut juga yang mempengaruhi warna urine dan feses menjadi kuning kecoklatan.

Setelah hati sudah memproses empedu, getah empedu ditampung dalam kantung empedu dan disalurkan melalui usus dua belas jari.

Dari usus dua belas jari, zat-zat getah empedu kemudian disalurkan pada usus besar dan bergabung dengan sisa-sisa pencernaan.

3. Kulit

Kulit beserta fungsinya

Kulit Termasuk Salah Satu Alat Eksresi Manusia

Kulit merupakan alat ekskresi manusia yang terletak pada bagian tubuh paling luar. Karenanya, selain berfungsi sebagai alat ekskresi, kulit juga memiliki fungsi sebagai indera peraba dan perasa. Kulit tersusun dari epidermis (kulit ari), dermis (kulit jangat) dan jaringan ikat bawah kulit.

Dalam melakukan tugas untuk memproses sistem ekskresi, kulit membantu mengeluarkan keringat yang merupakan zat cair sisa dari metabolisme tubuh. Keringat yang mengandung urea, garam dan air mineral tersebut dikeluarkan melalui pori-pori.

Selain mengandung zat sisa metabolisme, keringat juga dikeluarkan oleh kulit untuk mengatur suhu dalam tubuh. Keringat dihasilkan oleh kulit melalui kelenjar keringat yang berada di lapisan kulit jangat (dermis).

Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar keringat yang diproduksi antara lain suhu lingkungan, makanan, aktivitas tubuh, kesehatan dan kondisi psikis.

4. Paru-Paru

Paru-paru Alat Eksresi Manusia

Paru-paru Termasuk ke dalam Golongan Alat Eksresi pada Manusia

Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru merupakan organ tubuh yang berperan pada proses sistem ekskresi manusia dan mamalia.

Proses pernapasan dan sistem ekskresi dilakukan berbarengan. Karena pada proses pernapasan paru-paru mengeluarkan ekskret berupa uap air dan gas CO2.

Ekskret tersebut tak lain merupakan sisa dari proses pernapasan itu sendiri. Pada proses pernapasan, tubuh menghirup oksigen melalui hidung dan masuk ke dalam paru-paru.

Setelah diproses di dalam alveolus, paru-paru merilis zat residu berupa karbondioksida dan uap air keluar kembali. Sisanya, oksigen yang sudah diambil akan dimanfaatkan untuk energi dan darah.

Artikel Terkait: Mau Berhenti Merokok? Berikut Cara Membersihkan Paru-Paru

Sistem Ekskresi pada Ginjal

Ginjal adalah organ yang memiliki tugas spesialisasi hanya pada sistem ekskresi manusia. Berbeda dengan tiga alat sistem ekskresi lainnya yang memiliki tugas “ganda”, ginjal hanya fokus untuk menyaring darah dan cairan pada tubuh saja.

Adapun bagian-bagian yang menyusun ginjal secara utuh, antara lain:

Nefron

Nefron adalah unit-unit satuan fungsional dari organ ginjal. Nefron merupakan bagian terpenting ginjal karena merupakan tempat penyaringan darah terjadi.

Selubung Kapsula

Selubung kapsula adalah jaringan ikat tipis yang menyelubungi atau menyelimuti ginjal. Selubung kapsula berfungsi juga untuk melindungi bagian dalam ginjal dari benturan. Selain itu, selubung kapsula memiliki tugas untuk mempertahankan bentuk ginjal secara utuh.

Korteks

Korteks adalah bagian pada ginjal yang bertekstur halus. Bagian yang berwarna kemerah-merahan terletak dibawah lapisan selubung kapsula.

Korteks bisa disebut sebagai bagian terpenting pada ginjal. Hal ini disebabkan karena korteks mengandung jutaan bagian nefron, terutama pada kapsula Bowman, glomerulus, tubulus distal dan proksimal serta pembuluh darah.

Medula

Medula adalah bagian ginjal yang mengandung banyak jaringan berbentuk piramid. Hal ini dikarenakan adanya lengkungan henle. Medula berfungsi sebagai penghubung antara tubuh aproksimal dengan Tubula distal.

Pelvis

Sebelum masuk ke kandung kemih, sementara urine ditampung pada suatu tempat yang disebut dengan pelvis.

Arteri dan Vena Ginjal

Arteri ginjal adalah Pembuluh darah yang masuk lewat hilus. Arteri ginjal berfungsi sebagai pemasok darah dalam ginjal. Arteri ginjal terbagi dalam beberapa kapiler yang berhubungan dengan setiap nefron.

Sebaliknya, Vena ginjal adalah Pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal. Darah keluar ini yang kemudian dilanjutkan menuju jantung.

Ureter

Ureter adalah saluran terakhir sebagai jalan urine keluar dari ginjal menuju kantong kemih.

Proses Sistem Ekskresi pada Ginjal

Berbeda dengan kulit yang memproses keringat melalui kelenjar pada dermis, ginjal melakukan ekskresi dengan pembentukan urine yang dilakukan pada nefron.

Secara umum, pembentukan urine melalui tiga tahapan, yaitu filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi. Berikut adalah penjelasan mengenai 3 proses sistem ekskresi pada ginjal tersebut:

1. Filtrasi

Pada tahap pertama pembentukan urin di ginjal, akan terjadi penyaringan atau kerap disebut dengan filtrasi. Pada tahap ini, darah masuk ke dalam glomerulus melalui arteriole aferen.

Proses penyaringan darah berlangsung di glomerulus dan biasanya baru menyeleksi dua hal, yaitu molekul besar dan kecil.

Pada tahap filtrasi, molekul besar seperti sel dan protein dikembalikan pada darah. Sedangkan gula, ion, air dan zat sisa seperti urea akan disaring dan masuk ke tahapan berikutnya.

Urea disaring dan masuk ke tahap selanjutnya karena merupakan hasil sistem sekresi hati yang perlu dibuang oleh tubuh. Hasil penyaringan pada tahap pertama biasa disebut dengan urin primer.

2. Reabsorbsi

Setelah air, ion, gula, urea serta beberapa zat sisa hasil filtrasi glomerulus akan masuk pada tahap reabsorpsi. Pada tahap ini, ion dan molekul yang masih dibutuhkan tubuh akan dimasukkan kembali ke dalam sistem sirkulasi darah.

Selanjutnya, urin primer akan mengalir menuju saluran pengumpul melalui tubula proksimal dan lengkung henle.

Pada saluran pengumpul inilah terjadi reabsorbsi. Beberapa ion dan molekul yang dikembalikan antara lain asam amino, mineral, gula serta garam tertentu. Setelah terjadi reabsorbsi, terbentuklah urin sekunder.

3. Augmentasi

Proses pembentukan urine yang terakhir adalah augmentasi. Pada proses ini, sekunder melewati tubula distal dan ditambah beberapa zat, seperti kreatinin atau hidrogen.

Proses augmentasi akan menghasilkan urin yang sebenarnya dan siap untuk dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih.

Biasanya, urine yang sudah siap dibuang terdiri dari 95% air ditambah konsentrasi zat urea sebesar 9 gram per liter. Sisanya terdapat natrium, ion klorida, kreatinin dan beberapa yang terlahir termasuk hormon.

Urin yang kita keluarkan setiap hari di toilet adalah bentuk akhir; yang telah melalui proses panjang dan berliku

 

Penyakit & Kelainan pada Sistem Ekskresi Manusia

Dalam proses terjadinya sistem ekskresi pada manusia, terkadang ditemukan beberapa kelainan atau malfungsi pada alat ekskresi.

Biasanya kelainan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor terbesar penyebab penyakit alat ekskresi adalah penggunaan alkohol, rokok, obat-obatan, gaya hidup dan faktor genetika atau keturunan.

1. Penyakit pada Sistem Ekskresi Hati

Penyakit pada sistem ekskresi hati biasanya dipicu oleh konsumsi makanan atau minuman yang tidak tepat dan berlebih. Minimnya kesadaran pada apa yang dikonsumsi, mengakibatkan kerusakan pada sistem ekskresi hati.

Dampaknya pun bisa beragam, mulai dari tubuh kekuningan hingga pada kematian tragis yang diawali sakit menahun. Sejauh ini, penyumbang terberat faktor pemicu penyakit pada sistem ekskresi hati adalah alkohol dan gaya hidup.

Sirosis Hati

Sirosis hati adalah kondisi penyakit pada sistem ekskresi pada tahap lanjut di mana fungsi hati sudah sangat menurun dan tidak produktif.

Sirosis hati diakibatkan banyaknya Jaringan ikat yang berada di dalam hati. Sirosis hati juga termasuk ke dalam 10 penyakit terbesar yang paling mematikan di dunia.

Biasanya sirosis hati terjadi disebabkan virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan. Beberapa faktor yang memicu sirosis hati oleh Hepatitis B dan C antara lain adalah penggunaan alkohol, malgizi, atau penyakit lain yang disebabkan sumbatan pada saluran empedu.

Pengidap penyakit sirosis hati bisa dibilang mustahil disembuhkan. Pengobatan pada pasien sirosis hati biasa dilakukan untuk mengobati komplikasi yang diakibatkan sirosis hati, seperti muntah atau berak darah, perut membesar (asites) dan koma hepatikum.

Kanker Hati

Kanker hati adalah kondisi dimana sel kanker berkembang pada jaringan organ hati. Kanker hati yang cukup populer terjadi di masyarakat adalah Hepatocellular Carsinoma (HCC).

Kaca termasuk komplikasi stadium akut dari Hepatitis kronis, terutama sirosis hati yang terjadi karena virus hepatitis B, c, serta hemokromatosis.

Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit dimana organ hati mengalami radang yang disebabkan oleh virus. Hepatitis dibagi menjadi beberapa jenis.

Penyakit hepatitis yang paling populer di masyarakat adalah hepatitis A, B dan C. Salah satu pencegahan penyakit hepatitis adalah dengan melakukan vaksinasi.

Virus hepatitis A biasa tersebar dengan cara vecal oral. Penularan hepatitis A biasa terjadi karena jeleknya kebersihan lingkungan. Pada negara yang berkembang, hepatitis A sering tersebar melalui makanan dan minuman.

Sedangkan penularan virus hepatitis B lebih sulit dari Hepatitis A. Biasanya virus hepatitis B menular melalui darah atau produk yang berkaitan dengan darah.

Serupa dengan penyebaran HIV atau AIDS, Penyebaran virus hepatitis B biasa terjadi diantara para pengguna obat yang menggunakan jarum suntik kolektif, atau dengan sesama pasangan seksual.

Penyakit Kuning

Penyakit kuning disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat. Hal ini mengakibatkan cairan cairan empedu yang tidak dapat mengalir ke dalam usus 12 jari.

Alhasil empedu kembali naik dan masuk ke dalam darah, hingga mempengaruhi warna darah keseluruhan menjadi kekuning-kuningan.

Penderita penyakit kuning biasanya tampak pucat kekuningan. Mulai dari warna kulit yang kekuning-kuningan, bagian putih bola mata yang berwarna kekuningan, sampai jari kuku pun ikut berwarna kekuning-kuningan.

Penyebaran warna menjadi kuning ini terjadi karena cairan empedu telah bercampur dengan darah. Darah kemudian diangkut dan tersebar ke seluruh pembuluh darah di seluruh bagian tubuh, dan berotasi. Penyakit kuning ini juga kerap ditemukan pada bayi yang baru dilahirkan.

Perlemakan Hati

Perlemakan hati adalah kondisi penyakit pada sistem ekskresi hati, dimana terjadi penimbunan lemak melebihi 5% dari berat hati.

Perlemakan hati juga dapat terjadi pada kondisi ketika penimbunan lemak mengenai lebih dari setengah jaringan sel yang ada pada organ hati.

Perlemakan hati sering berpotensi menjadi pemicu terjadinya kerusakan hati dan sirosis hati. Biasanya perlemakan hati disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih (alcoholic steatohepatitis).

2. Penyakit pada Sistem Ekskresi Kulit

Penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi kulit cenderung berbeda dengan tiga organ lainnya, yang merupakan organ tubuh bagian dalam.

Biasanya kelainan atau penyakit yang terjadi pada organ luar ini terhitung penyakit kecil yang tidak mempengaruhi sistem reaksi dan stabilitas tubuh.

Namun pada beberapa kondisi, dapat terjadi beberapa penyakit berat pada sistem ekskresi kulit sehingga menyebabkan terjadinya disfungsi pada organ tersebut.

Panu

Panu adalah sebuah kondisi penyakit pada kulit yang disebabkan oleh jamur. Biasanya panu akan menimbulkan rasa gatal yang semakin terasa jika terkena keringat.

Bercak bercak pada panu berwarna putih, coklat atau merah, tergantung warna kulit pasien. Panu paling sering dijumpai pada remaja.

Kudis

Penyakit kudis atau scabies adalah penyakit pada kulit yang disebabkan oleh tungau yang dikenal dengan nama Sarcoptes Scabiei.

Penyakit scabies adalah penyakit yang menular. Biasanya Penyakit ini kerap dijumpai pada anak-anak, dan ditemukan pada daerah sela-sela jari, pergelangan tangan dan kaki, selangkangan dan pinggang.

Penyakit kudis atau scabies juga seringkali terjadi pada remaja atau anak yang tinggal di asrama. Kondisi pakaian dan tempat tidur yang lembab menjadi sasaran empuk tungau tungau untuk berkeliaran dan menyebar.

Jerawat

Jerawat adalah kondisi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh kotoran. Biasanya kotoran penyumbat pori-pori tersebut berasal dari produksi minyak berlebih, polusi atau debu yang menempel pada kulit.

Jerawat kerap ditemukan pada area wajah. Hal ini disebabkan karena kulit area wajah merupakan bagian kulit yang paling sensitif dan paling sering terpapar polusi dari luar.

Namun tak jarang pula jerawat hadir di area leher, punggung, bahu dan dada.

Kanker Kulit

Kanker kulit adalah penyakit pada sistem ekskresi kulit yang menyerang objek sel. Pada kasus kanker kulit, terjadi mutasi pada DNA sel yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit menjadi lebih cepat.

Al hasil, usia sel tersebut menjadi lebih panjang dan kehilangan sifat dasarnya, sehingga berpotensi merusak sistem dan fungsi pada organ kulit.

Penyakit kanker kulit pada umumnya terjadi pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari secara langsung. Pada beberapa kondisi yang dipengaruhi oleh faktor genetika, kanker kulit juga dapat terjadi pada bagian kulit yang cenderung terlindungi dari sinar matahari.

Leave a Reply