Memuaskan Suami/Istri di Ranjang Secara Islami (Syar’i)

Allah SWT telah menanamkan fitrah berupa hasrat seksual atau biologis pada setiap manusia . Islam pun telah mengatur sedemikian rupa tata cara yang terbaik untuk menunaikan atau menyalurkan hasrat seksual tersebut. Hal ini semata-mata agar manusia dapat hidup secara teratur dan melangsungkan hidup dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kekacuan.

Dengan mengetahui cara berhubungan intim sesuai syari’at ini, maka anda tidak hanya memenuhi kebutuhan seksualitas saja namun juga bernilai ibadah. Berikut adalah beberapa adab dan tips berhubungan intim dalam Islam yang bisa Anda simak.

Semoga dengan semakin mengetahui aturan dan panduan syariah ini, hubungan suami dengan istri semakin intim, mesra dan tidak menyalahi aturan dan kodrat.

 

Berhubungan Intim Menurut Pandangan Islam

Islam memang mengajarkan banyak hal mengenai aspek kehidupan manusia agar tetap berjalan dengan baik. Salah satunya adalah panduan untuk berhubungan intim, baik sebelum, saat maupun sesudah melakukannya. Istimewanya ajaran Islam, aturan pasangan suami dan istri ketika di atas ranjang pun diajarkan demi mewujudkan keharmonisan rumah tangga. Bahkan Allah SWT membahas secara khusus perkara tersebut di dalam Al Quran. Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman:

Sedemikian Maha perhatiannya Allah SWT pada hamba-hambaNya, sampai keberlangsungan hidup dan tata cara keberlanjutan keturunan pun tak luput dari panduan Allah SWT melalui Quran dan Sunnahnya. Pada kesempatan yang lain, Rasulullah SAW memperjelas fadhilah / keutamaan dalam berhubungan intim suami istri yang sesuai dengan syari’at.

Dengan hadits demikian, maka jelas lah sudah, bahwa apa yang kita lakukan dengan suami / istri kita, selama tetap dalam koridor dan tuntunan syari’ah, maka akan tercatat sebagai kebaikan di sisi Allah SWT. Masya Allaah.

 

Cara Berhubungan Intim yang Halal Menurut Islam

Jika tadi sudah disebutkan bagaimana pandangan Islam tentang berhubungan badan suami dan istri, kemudian dikuatkan dengan dalil-dalil yang mendukung keutamaan amal ini, mungkin sekarang kita bertanya-tanya.

“Bagaimanakah cara dan adab yang baik dan benar menurut ajaran Islam (secara syar’i)?”

Berikut adalah tata cara berhubungan suami dan istri yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

1. Mulai dari Memperindah Diri

Sangat amat dianjurkan untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias. Di antaranya mandi, memakai wewangian, perhiasan, serta membersihkan gigi dari mulut dari bau yang tak sedap.

(baca juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut)

Berdasarkan sebuah hadits dari Asma R.A mengatakan bahwa, “(Pada waktu itu) Aku merias Aisyah untuk Rasulullah SAW (di hari pernikahannya). Setelah selesai (aku rias), aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah pun duduk di samping Aisyah. Lalu  diberikan kepadanya segelas susu. Rasulullah pun meminum susu tersebut dan menyerahkannya kembali kepada Aisyah.

Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Kemudian segeralah aku menyuruh Aisyah untuk mengambil gelas susu tersebut dari Rasul SAW.” (HR Ahmad).

Adapun disunnahkannya menyikat gigi (bersiwak), karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau selalu membersihkan giginya dengan bersiwak setiap setiap mau masuk rumah. Hal ini tertera pada kitab Shahih Muslim dan diriwayatkan oleh Aisyah RA.

Selain itu, akan sangat baik jika ditambah dengan mempercantik riasan kamar Anda. Sempurnalah kecintaan dan suasana romantis Anda berdua pada malam itu.

2. Awali Hubungan Intim dengan Foreplay

Sangat dianjurkan untuk bercumbu rayu sebagai pemanasan terlebih dahulu di sebelum melakukan hubungan intim. Hal ini dikarenakan wanita membutuhkan rangsangan terlebih dahulu, sehingga dari vaginanya akan mengeluarkan cairan alami sebagai pelumas. Dengan demikian, kemaluan suami pun bisa masuk secara mulus.

Inilah alasan kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk menikahi wanita perawan, karena biasanya mereka cenderung lebih suka bercumbu rayu.

Akibat Tidak Melakukan Foreplay

Foreplay atau cumbuan merupakan salah satu hal penting yang wajib dilakukan sebelum melakukan penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). Jika foreplay tidak dilakukan, maka dapat mengakibatkan kemaluan istri mengalami lecet, perih, luka bahkan bisa sampai terjadi pendarahan).

(pelajari selengkapnya: cara foreplay yang baik dan benar)

3. Membaca Doa Sebelum Berhubungan Intim

Sebagaimana aktifitas lain yang baik dan diniatkan untuk mengharap ridha Allah SWT, hendaknya aktifitas berhubungan intim pun diawali dengan doa. Doa tersebut bermakna sebagai tameng agar terhindar dari gangguan setan. Bahkan jika Allah izinkan mani suami istri menjadi seorang anak, maka anak tersebut akan terlindungi dari gangguan setan.

Doa yang dianjurkan untuk dibaca tersebut yaitu:

Bismillahi, Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.

4. Melakukan dari Arah Mana Saja Selain Dubur

Suami dan Istri Diperbolehkan melakukan hubungan intim dengan gaya apapun, bagaimanapun, selama tidak ada pemaksaan dan tidak melakukan penetrasi melalui dubur. Bahkan desahan maupun rintihan istri pun diperbolehkan. Ibnu Abbas pernah berkata, ” Jika kalian berhubungan intim dengan istri, lakukanlah sesuka kalian.”

5. Santai dan Tidak Terburu-Buru

Santai saja, nikmati aktifitas Anda. Biarkan dunia menjadi milik berdua. Jangan terburu-buru. Belanda masih jauh. Enjoy and relax. Jika suami hampir mencapai orgasme, sebisa mungkin ditahan dan menunggu istri agar mencapai klimaks bersama. Apabila suami tak sanggup lagi menahan orgasme, makruh hukumnya untuk mencabut kemaluan sebelum istri ikut “selesai”.

Kebahagian yang hendak diraih oleh suami, upayakan pula bisa dirasakan istrinya tercinta. Inilah yang merupakan salah satu kunci dari langgengnya hubungan antara suami dan istri. Ketika sang suami mampu menahan egonya, demi mengimbangi hasrat istri dan keinginan bersama. Jika hal ini bisa dapat dilakukan dengan baik, insya Allah suami dan istri bisa tetap menyeimbangkan diri dalam hal lain.

(baca juga: cara seks tahan lama tanpa obat!)

6. Tidak Menyebarkan Aktifitas Seks Pada Siapapun

Kebanyakan dari kita mengira kalau menceritakan apa yang terjadi antara suami istri di ranjang adalah sesuatu yang sah-sah saja. Bahkan tak jarang ada yang menganggap bahwa hal tersebut adalah bentuk kejantanan. Lebih parahnya lagi, tak sedikit ibu-ibu yang kerap menceritakan hal itu pada anak-anak.

Ini adalah salah satu kekeliruan yang patut segera diluruskan. Padahal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Simpanlah rahasia indah Anda berdua. Tak perlu orang tahu, biarkan cerita Anda dan pasangan tetap indah, berkah dan lestari.

 

Larangan dalam Hubungan Suami Istri Menurut Islam

1. Penetrasi Melalui Dubur (Anus)

Allah SWT melaknat orang yang menyetubuhi istrinya melalui dubur. Selain berpenyakit dan kotor, seks melalui dubur merupakan budaya jahiliyah kaum nabi Luth yang mengakhiri sejarahnya dengan adzab berupa hujan batu panas. Jelas, anus adalah tempat pembuangan kotoran, yang beresiko membahayakan kesehatan jika tetap melakukan penetrasi melalui organ tersebut.

(baca juga: 10 Bahaya Seks Melalui Anal, No. 7 Paling Ngeri!)

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Yang namanya ladang (tempat bercocok tanam) pada wanita adalah di kemaluannya yaitu tempat mani bersemai untuk mendapatkan keturunan. Inilah dalil diperbolehkannya menyetubuhi istri melalui farj / kemaluan. Terserah mau dari arah depan, belakang atau istri dibalikkan.”

(Syarh Shahih Muslim, 10: 6)

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

2. Berhubungan Intim Saat Haid

Saat istri sedang mengalami haid atau datang bulan, seorang suami diharamkan untuk mengajak sang istri berhubungan intim. Hal ini sesuai dan tertera jelas pada firman Allah di surat Al Baqarah ayat 222:

Akan tetapi, meskipun berhubungan intim saat datang bulan hukumnya haram, tidak menutupi kemungkinan bagi suami untuk mencumbu istrinya tanpa melakukan penetrasi ke dalam kelamin istri. Hal ini berdasarkan riwayat dari Maimunah RA:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW mencumbu salah satu istrinya pada saat ia haid. Ia (istrinya) mengenakan kain sarung sampai pertengahan paha / lututnya, hingga beliau menjadikannya sebagai penghalang.” (HR. Bukhari)

3. Melakukan Oral Seks dengan Iqrah (Paksaan)

Oral seks tidak dilarang dalam Islam, dengan syarat tidak ada paksaan dari suami maupun istri. Artinya, dalam melakukan oral seks, sang suami atau istri sama-sama ridho dan tidak terpaksa melakukannya. Namun jika terjadi pemaksaan sehingga menyebabkan kebencian, maka oral seks tersebut tidak diperolehkan.

Selengkapnya bisa Anda lihat di video ini:

4. Berhubungan Intim Saat Berpuasa

Saat berpuasa (wajib maupun sunnah), ada beberapa hal yang jika dilakukan akan membatalkannya. Salah satunya adalah dengan bersetubuh, atau melakukan hubungan suami istri. Bahkan jika berpuasa di bulan Ramadhan, pembatalan puasa tersebut termasuk hukuman yang berat dan dibebani dengan kafarat.

Bagi suami istri yang melakukan hubungan seks di siang hari pada bulan Ramadhan, diwajibkan untuk membayar kafaroh seperti yang tertera dalam hadits:

  1. Membebaskan satu orang budak
  2. Jika tidak menyanggupi / tidak memperoleh, maka berpuasa dua bulan berturut-turut,
  3. Jika tidak mampu juga, maka memberi makan kepada 60 orang yang miskin.

5. Berhubungan Intim Saat Ihram

Orang yang sedang melakukan ibadah ihram (dalam haji) tidak diperbolehkan melakukan berhubungan intim. Lebih dari itu, bahkan tidak diperbolahkan melakukan hal yang mendekati hubungan intim, seperti mencium, bercumbu rayu menyentuh dengan dorongan syahwat, atau bercakap dengan istrinya mengenai hal yang berkaitan dengan seks.

Larangan tersebut berdasarkan pada sebuah dalil, yakni firman Allah dalam surat Albaqarah (2) ayat 197:

“Barangsiapa yang menetapkan niatnya pada bulan itu (dzulhijjah) untuk melakukan (ibadah) haji, maka tidak diperbolehkan untuk (melakukan) rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantah di dalam masa melaksanakan haji.”

 

Memuaskan Suami di Atas Ranjang Secara Islami

1. Tidak Menolak Ajakan Bercinta

Secara tabiat, kaum lelaki memang lebih agresif, menggebu-gebu, dan sulit bisa menahan diri dalam urusan bercinta. Sebaliknya, para wanita cenderung bersikap pasif, pemalu, dan kuat untuk menahan diri. Maka dari sebab itu, diwajibkan bagi wanita untuk menerima dan mematuhi ajakan suami untuk melakukan hubungan intim suami istri.

Pada suatu riwayat disebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk” (HR Turmudzi).

Islam tidak membenarkan sikap para istri yang menolak ajakan suami mereka untuk bercinta. Pada hadits lain disebutkan, dari riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian.” (HR Khatib)

Dalam hadis lain dituturkan:

Ketika suami mengajak istrinya, lalu sang istri menolak, sehingga membuat sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istrinya tersebut sampai pagi hari tiba.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Memancing Hasrat Suami dengan Ucapan ‘Nakal’

Untuk mencapai puncak asmara antara suami istri, tak ada salahnya jika selalu (saling) menggoda. Salah satunya dengan mengucapkan kata-kata nakal kepada suami.

Tentu, yang dimaksudkan bukanlah kata-kata bentakan atau keras, seperti ketika memarahi anak, atau ‘awas, kalau nakal, mama cubit ya.’ Kata-kata nakal yang dimaksud adalah kata-kata yang penuh dengan godaan, sensual, dan membangkitan naluri serta hasrat suami di kamar.

Cobalah dan lakukan pada suami Anda, dan rasakan efeknya yang luar biasa!

3. Memakai Pakaian Seksi dan Spesial

Buat suami Anda selalu penasaran dan terkejut akan hal-hal yang baru. Salah satunya dengan mengenakan pakaian yang seksi, seperti lingerie, bikini, dan lainnya. Tak ada salahnya untuk mencoba memakai pakaian yang terbuka dan merangsang suami. Toh hanya dia yang melihat lekuk tubuh dibalik pakaian anda.

4. Menemukan Titik Rangsangan / G-Spot

Seyogyanya, suami istri mengetahui titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Titik-titik tersebut kerap disebut dengan “G-Spot”. G-spot inilah tempat rangsangan dimana seorang suami / istri dapat terbangkitkan secara maksimal.

Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal pada titik rangsangan, diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai. Tentu, setelahnya akan menghasilkan efek yang maksimal saat melakukan hubungan intim suami istri.

Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari,

“Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”

(pelajari lebih lanjut: begini cara menemukan G-Spot istri Anda)

5. Variasi Posisi Seks

Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu variasi posisi seks. Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks.

Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat adalah, bahwa semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu melalui farji (vagina). Bukan melalui jalur yang lain. Seperti yang tertera pada surat Al-Baqarah ayat 222.

Cobalah untuk mengeksplorasi bersama suami. Diskusikan bersama, posisi apa yang menjadi favorit kalian berdua.

(butuh bantuan? coba cek variasi posisi seks yang diperbolahkan dalam Islam)

6. Oral Seks

Oral seks tidak dilarang dalam Islam, dengan syarat tidak ada paksaan dari suami maupun istri. Artinya, dalam melakukan oral seks, baik suami maupun istri sama-sama ridho dan tidak terpaksa melakukannya. Lakukan oral seks secara perlahan pada kelamin suami. Hal ini bisa dilakukan dengan menjilat dan menghisap kemaluan suami tanpa mengenai gigi.

Namun ini membutuhkan nyali dan keberanian Anda sebagai istri. Dan tentunya, apa yang diperoleh akan setimpal dengan apa yang Anda usahakan. Anda juga perlu berhati-hati, karena oral seks bisa menyebabkan suami Anda ketagihan.

7. Mendesah, Merintih Nikmat

Bagi para istri, tak perlu ragu untuk mendesah. Desahan yang dikeluarkan akan membuat suami semakin bergairah. Aktifitas seksual Anda berdua pun semakin berkesan.

Dalam fiqih ahlus sunnah, diperbolehkan bagi suami istri bersuara atau berbicara saat berhubungan badan. Dengan catatan, suara atau kata-kata yang diucapkan tidak sampai terdengar oleh orang lain.

Ada sebuah riwayat yang ditulis oleh Imam As-Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur, beliau menceritakan bahwa salah seorang sahabat Nabi, Muawiyah bin Abu Sufyan, pernah berhubungan badan dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan dan rintihan yang penuh dengan gairah, sehingga ia pun sendiri malu pada suaminya.

Namun Muawiyah justru menguatkannya,

“Tidak masalah. Demi Allah, yang paling menarik dari kalian adalah desahan napas dan rintihan.”

8. Sesekali Mendominasi

Cobalah untuk mengambil alih permainan Anda berdua dan mendominasi. Terkadang laki-laki butuh kejutan dan rasa penasaran. Ada saatnya Anda mencoba untuk mengatur jalannya permainan dan menentukan posisi dan ritme dalam berhubungan intim.

 

Memuaskan Istri di Atas Ranjang Secara Islami

1. Awali dengan Rayuan & Gombalan

Pada hakikatnya wanita sangat suka dipuji dan dirayu. Sebelum Anda mulai melakukan eksekusi, lakukanlah pembukaan dengan lembut dan romantis. Wanita suka diistimewakan dengan perlakuan yang baik. Salah satunya dengan rayuan dan pujian kepada istri.

2. Kesampingkan Ego, Seks Harus Dinikmati Berdua

Terkadang laki-laki, (biasanya pada awal pernikahan) agak egois, sehingga hanya mengejar orgasme untuk dirinya saja. Padahal sang istri belum mencapai puncaknya. Ini cara bercinta yang tidak dianjurkan, karena dapat merusak hubungan rumah tangga.

Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, tidak boleh terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain.

Begitu juga saat suami sudah menyelesaikan hajatnya, jangan pula terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri.

3. Melakukan Teknik Goyangan

Salah satu yang dapat dilakukan untuk memuaskan istri Anda adalah dengan melakukan teknik goyangan pada kelamin Anda. Ada beberapa Teknik menggoyang kelamin saat anda berhubungan intim, berikut di antaranya:

Goyang Perlahan

Lakukan gerakan perlahan sambil anda menikmati rasa sentuhan dengan vagina istri. Dengan gerakan perlahan, maka sperma anda tidak cepat keluar, dan Anda bisa mengimbangi orgasme bersama istri.

Goyang Jongket

Angkat sedikit bagian tubuh Anda ke atas, sehingga kemaluan Anda terlihat bengkok. Teknik ini akan memberi geseran kuat penis suami pada klitoris isteri. Ini akan mempercepatkan isteri klimaks atau terjadi orgasme. Tentunya akan memberi nikmat yang tiada tara padanya. Tanda istri merasakan nikmat ialah nafas kencang, terengah engah dan suara desahan yang semakin kuat.

Goyangan Penuh Hitungan

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan gerakan keluar masuk sebanyak 40 kali perlahan dan 40 kali secara cepat. Cara ini bisa membuat istri cepat klimaks dan anda pun masih bisa menahan mani untuk tidak cepat keluar.

Goyangan Henti

Lakukan gerakan cepat namun ketika hendak keluar hentikanlah. Istirahat sejenak lalu lakukan gerakan lagi, dan begitu seterusnya sampai istri anda mengaku menyerah dan ingin segera merasakan klimaks.

Goyangan Kepala Penis

Masukkkan penis sampai ke takuknya, hingga kepala kemaluan Anda berada di permukaan kemaluan isteri. Setelahnya, kepala penis pada kelentitnya / klitoris. Ingat, pusat kenikmatan istri adalah pada klitoris dan G-Spotnya.  Bergoyanglah hanya sampai takuknya saja dan sekali sekala ditusukkan zakar sampai habis dan tarik kembali. Cara ini juga dapat melambatkan suami untuk klimaks. Tusuklah zakar perlahan-lahan dan apabila anda Tarik maka tariklah secara cepat masukkan lagi dengan perlahan.

4. Posisi Rumus 7 Anggota Badan

Salah satu posisi seks terbaik yang kerap diajarkan turun temurun adalah dengan rumus 7 anggota badan suami. Padda posisi tersebut, seorang suami berada di atas istri dan bertumpu pada 7 anggota tubuhnya, yaitu: dua siku, dua lutut, dua ujung jari kaki menyentuh bumi, dan satu kemaluan masuk ke dalam kemaluan istri.

Setelahnya, hendaknya suami menyetarakan posisi badannya dengan sang istri. Dada sama dada, pusar sama pusar, perut sama perut, wajah sama wajah.

(baca juga posisi lainnya: variasi posisi seks yang diperbolahkan dalam Islam)

5. Menahan dari Orgasme

Jika suami hampir mencapai orgasme, sebisa mungkin untuk ditahan dan menunggu istri agar mencapai klimaks bersama. Apabila suami tak sanggup lagi menahan orgasme, makruh hukumnya untuk mencabut kemaluan sebelum istri ikut “selesai”.

Kebahagian yang hendak diraih oleh suami, upayakan pula bisa dirasakan istrinya tercinta. Inilah yang merupakan salah satu kunci dari langgengnya hubungan antara suami dan istri. Ketika sang suami mampu menahan egonya, demi mengimbangi hasrat istri dan keinginan bersama. Jika hal ini bisa dapat dilakukan dengan baik, insya Allah suami dan istri bisa tetap menyeimbangkan diri dalam hal lain.

(baca juga: cara seks tahan lama tanpa obat!)

6. Santai, Jangan Terlalu Berusaha Membuat Istri Orgasme

Pada umumnya, laki-laki ingin disebut perkasa. Salah satu pembuktiannya adalah dengan ingin membuat istrinya berorgasme berulang kali. Stigma ini pun tak ayal membuat suami lebih berusaha keras secara intensif agar istrinya bisa mencapai orgasme berulang kali. Tentu saja pandangan ini tidak bisa dibenarkan, karena orgasme istri tergantung dari dirinya sendiri.

Suami yang terlalu berusaha untuk membuat istrinya orgasme, bisa-bisa menimbulkan konflik batin dari kedua belah pihak. Suami akan merasa tertekan karena tidak bisa memuaskan istrinya. Dan si istri akan lebih sulit berorgasme karena merasa bersalah pada suaminya.

Untuk itu lakukanlah dengan santai dan nikmati permainannya. Hilangkan sejenak semua pikiran tentang permasalahan yang terjadi yang bisa menyebabkan gairah seksual istri menurun. Berikanlah pujian dan candaan-candaan nakal untuk memancing libido istri semakin meningkat.

7. Afterplay

Kondisi pasca orgasme adalah salah satu fase terpenting untuk meningkatkan keintiman bersama. Istri akan semakin puas jika selama fase tersebut dirinya dipeluk dan mendapat ciuman-ciuman kecil sebagai tanda sayang suami kepada dirinya.

Membuat istri puas tidak hanya dengan menaklukkannya di ranjang. Pada umumnya, pria cenderung suka menarik diri dan ingin sendiri setelah mengalami orgasme tanpa memperhatikan pasangannya. Ini normal terjadi, tetapi alangkah baiknya jika anda jangan langsung tidur atau meninggalkan istri begitu saja. Beri dia waktu untuk menstabilkan diri. Beri juga kecupan mesra sebagai tanda sayang Anda kepadanya.

Demikianlah artikel tentang Cara Memuaskan Suami dan Istri di Ranjang yang baik dan benar menurut syari’at Islam. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk kehidupan seks Anda bersama pasangan.

Leave a Reply